Info Sekolah
Senin, 02 Mar 2026
  • Assyifa karang sari jati agung lampung selatan MADRASAH BERPRESTASI DAN MENDUNIA
  • Assyifa karang sari jati agung lampung selatan MADRASAH BERPRESTASI DAN MENDUNIA

6.517 siswa keracunan MBG sejak Januari, terpapar Salmonella hingga E. coli

Terbit : Kamis, 2 Oktober 2025 - Kategori : Berita Viral

JAKARTA: Lebih dari 6.500 siswa keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari. Mereka dilaporkan terpapar berbagai bakteri, virus hingga zat kimia setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR hari ini (1/10) mengatakan total tercatat 6.517 siswa yang keracunan dari pencatatan Januari hingga akhir September.

Jumlah tersebut mencakup 1.307 korban di wilayah I atau Pulau Sumatera, 4.207 korban di wilayah II atau Pulau Jawa, serta 1.003 korban di wilayah III atau kawasan timur Indonesia.

Ia menilai hal itu terjadi karena SOP penyelenggaraan MBG tidak dijalankan dengan baik. “Contohnya pembelian bahan baku yang seharusnya H-2 kemudian ada yang membeli H-4, kemudian juga ada yang kita tetapkan processing masak sampai delivery tidak lebih dari 6 jam karena optimalnya 4 jam,” kata Dadan.

Kasus keracunan terbaru terjadi bulan lalu di Kabupaten Bandung Barat dengan total 1.315 anak yang menjadi korban, sebagian dirawat di rumah sakit. Mereka mengeluhkan mual, pusing, sesak hingga muntah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengan DPR hari ini mengungkap daftar bakteri, virus, dan bahan kimia yang diduga menjadi pemicu kasus keracunan dalam MBG.

Menurut Budi, sejumlah bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Listeria monocytogenes, Campylobacter jejuni, hingga Shigella kerap muncul pada makanan MBG.

Dari kelompok virus, Norovirus, Rotavirus, dan virus hepatitis A masuk dalam daftar pemicu keracunan. Adapun zat kimia berbahaya yang ditemukan di antaranya nitrit dan scombrotoxin (histamin).

“Kita juga bisa melacak kira-kira sumbernya kejadiannya kenapa,” kata Budi saat rapat dengar pendapat di Komisi IX DPR.

Menanggapi lonjakan kasus, pemerintah menegaskan komitmen memperbaiki tata kelola program MBG.

Langkah yang ditempuh antara lain menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, mengevaluasi juru masak, memperketat sanitasi dan pengelolaan limbah, serta memastikan keterlibatan lintas kementerian dan pemerintah daerah.

“SLHS (Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi) sebelumnya bersifat administratif, tapi kini wajib. Tanpa itu, potensi kejadian serupa bisa terulang. Kami tidak ingin itu terjadi lagi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers pada Minggu lalu (28/9), seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan.

sumber informasi dari :https://www.cna.id/indonesia/jumlah-keracunan-makan-bergizi-gratis-di-indonesia-virus-bakteri-38816

Archives

Categories