Info Sekolah
Sabtu, 17 Jan 2026
  • Assyifa karang sari jati agung lampung selatan MADRASAH BERPRESTASI DAN MENDUNIA
  • Assyifa karang sari jati agung lampung selatan MADRASAH BERPRESTASI DAN MENDUNIA

MATERI TIK MS WORD ( PENGENALAN DAN PRAKTEK RIBBON HOME)

Terbit : Jumat, 12 September 2025 - Kategori : MS WORD

Materi kali ini mengenal tools tools yang ada di ribbon home dan cara penggunaan nya Aplikasi yang di gunakan adalah Microsoft word 2016

–> Buka aplikasi MS Word 2016

–>Blank Dokument

Tampil Halaman Utama Pada MS word 2016

Pilih Menu HOME

di ribbon home secara default terdiri dari

  1. CLIPBOARD

tool tool yang ada di clip board diantaranya

COPY = Tindakan untuk menyalin data (Teks , gambar atau file ) dari satu lokasi ke lokasi lainnya .

Buat kan ketikan dibawah ini

lalu di blok atau di seleksi ketikannya dengan cara Klik dan Drag

pilih Copy atau juga cara cepatnya menggunakan keyboard CTRL + C lalu letakan tepat di bawahnya dan Klik PASTE atau CTRL + V

PASTE = memiliki fungsi untuk menempatkan tulisan atau gambar yang telah disalin sebelumnya. Fungsi paste selalu mengikuti fungsi cut dan copy. Hal ini disebabkan tanpa paste gambar atau tulisan tidak akan bisa disalin (copy) atau dipindahkan (cut).

Cara cepat (shortcut) dalam menggunakan menu paste adalah dengan menekan tombol:

Macbook: Command (⌘) + V (secara bersamaan)

Windows: Ctrl + V (secara bersamaan)

CUT = yaitu tulisan atau gambar yang sudah dipilih akan terhapus dari tempat asalnya. Lalu ketika mengklik paste di tempat lain, tulisan atau gambar tersebut akan berada pada tempat yang dipilih tadi.

Dengan kata lain cut berfungsi memindahkan obyek berupa tulisan atau gambar ditempat lain dalam microsoft word. Cara cepat (shortcut) dalam menggunakan menu cut adalah dengan menekan tombol:

  • Windows: Ctrl + X (secara bersamaan)
  • Macbook: Command (⌘) + X (secara bersamaan)

2 FONT

Di font terdiri dari

a. font =  kumpulan huruf, angka, dan simbol dengan desain, gaya, dan karakteristik unik yang dapat diterapkan pada teks untuk mengubah tampilan dokumen.

b. Font Size = Untuk mengubah ukuran huruf dan angka di dokumen

c. BOLD = Untuk menebalkan Huruf atau angka

d. Italic = Untuk Memiringkan Huruf atau angka

e. Underline = Untuk Memiringkan huruf atau angka

f. Font Color = untuk memberlikan warna pada Huruf dan angka yang ada di dokument

g. Text Highlight Color = untuk memberi warna latar belakang pada teks yang dipilih, sehingga teks tersebut menjadi lebih mudah dilihat dan menonjol

h. Subscript = untuk mengubah teks, angka, atau simbol agar berada sedikit di bawah teks normal

i. Superscrip = untuk menampilkan teks atau simbol di atas garis teks normal, seperti untuk menunjukkan eksponen dalam matematika (contoh: 2⁴)

J. Strightstroke = untuk menandai teks, nilai, atau item daftar agar terlihat dicoret dengan garis horizontal, menunjukkan bahwa informasi tersebut sudah tidak relevan, telah dihapus, salah, atau dianggap selesai, tanpa benar-benar menghapusnya dari dokumen atau lembar kerja

3. PARAGRAF

Di paragraft Terdiri dari

a. Bullet

b. Numbering

c. Multi level list

d.

Rata Kiri = mengatur teks agar semua baris sejajar pada margin kiri, menciptakan tepi kiri yang lurus dan rapi, sementara tepi kanan akan tidak beraturan

e.

Rata tengah = untuk memposisikan teks, objek, atau elemen lain secara horizontal di bagian tengah halaman atau kolom, menciptakan tampilan yang simetris dan menarik perhatian pada informasi penting

F.

Rata kanan = untuk menempatkan teks agar rata dan sejajar di sisi kanan halaman atau kolom dokumen.

g.

Rata Kanan Kiri = Untuk membuat teks pada setiap baris menjadi rata di kedua sisi, yaitu margin kiri dan margin kanan, sehingga menciptakan tampilan dokumen yang rapi, profesional, dan terstruktur, serta mengoptimalkan penggunaan ruang pada halaman. Ini sangat ideal untuk dokumen formal seperti laporan, buku, atau publikasi ilmiah untuk memberikan kesan terorganisir dan memastikan alur membaca yang konsisten. 

h.

SHADING digunakan untuk memberikan warna latar belakang pada bagian teks tertentu, seluruh paragraf, atau sel dalam tabel, mirip dengan efek stabilo atau highlight, tetapi dengan kontrol warna yang lebih luas dan dapat diterapkan pada keseluruhan area. 

i

BORDER fitur dekoratif yang digunakan untuk menambahkan garis, bentuk, atau gambar di sekitar elemen dokumen, seperti teks, paragraf, atau seluruh halaman, guna mempercantik tampilannya

j

LINE AND PARAGRAPS SPACING pengaturan yang menentukan jarak vertikal antara baris teks dalam satu paragraf (line spacing) dan jarak antara satu paragraf dengan paragraf lainnya (paragraph spacing).

K


DECREASE INDENT
perintah atau tombol yang digunakan untuk memperkecil indentasi teks, yaitu memindahkan teks satu tingkat ke kiri dari margin, atau mengurangi jarak spasi teks dari batas kiri halaman.

L

INCREASE INDENT perintah atau tombol yang berfungsi untuk menambah spasi dan menggeser satu tab stop ke kanan pada paragraf atau daftar berpoin

M

SORT fitur untuk mengatur ulang data, seperti daftar teks atau isi tabel, secara alfabetis (A-Z), numerik (1-10), atau kronologis (urutan tanggal), baik secara naik (Ascending) maupun turun (Descending)

N

STYLE sekumpulan opsi pemformatan (seperti jenis font, ukuran, warna, perataan, dan spasi) yang dapat diterapkan ke berbagai bagian teks dalam dokumen secara konsisten dan efisien

O

EDITING

FIND untuk mencari dan menemukan kata atau angka di dokumen

replace Temukan dan Ganti kata di dokumen

SEKARANG KITA COBA PRAKTEKAN MATERI DIATAS

Buka aplikasi MICROSOFT WORDNYA

lalu ketikan

Sejarah Lampung

Provinsi Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 31964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan Karesidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Kendatipun Provinsi Lampung sebelum tanggal 18 maret 1964 tersebut secara administratif masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan, namun daerah ini jauh sebelum Indonesia merdeka memang telah menunjukkan potensi yang sangat besar serta corak warna kebudayaan tersendiri yang dapat menambah khasanah adat budaya di Nusantara yang tercinta ini. Oleh karena itu pada zaman VOC daerah Lampung tidak terlepas dari incaran penjajahan Belanda.

Tatkala Banten dibawah pimpinan Sultan Agung Tirtayasa (1651-1683) Banten berhasil menjadi pusat perdagangan yang dapat menyaingi VOC di perairan Jawa, Sumatra dan Maluku. Sultan Agung ini dalam upaya meluaskan wilayah kekuasaan Banten mendapat hambatan karena dihalang-halangi VOC yang bercokol di Batavia. Putra Sultan Agung Tirtayasa yang bernama Sultan Haji diserahi tugas untuk menggantikan kedudukan mahkota kesultanan Banten.

Dengan kejayaan Sultan Banten pada saat itu tentu saja tidak menyenangkan VOC, oleh karenanya VOC selalu berusaha untuk menguasai kesultanan Banten. Usaha VOC ini berhasil dengan jalan membujuk Sultan Haji sehingga berselisih paham dengan ayahnya Sultan Agung Tirtayasa. Dalam perlawanan menghadapi ayahnya sendiri, Sultan Haji meminta bantuan VOC dan sebagai imbalannya Sultan Haji akan menyerahkan penguasaan atas daerah Lampung kepada VOC. Akhirnya pada tanggal 7 April 1682 Sultan Agung Tirtayasa disingkirkan dan Sultan Hajidinobatkan menjadi Sultan Banten.

Dari perundingan-perundingan antara VOC dengan Sultan Haji menghasilkan sebuah piagam dari Sultan Haji tertanggal 27 Agustus 1682 yang isinya antara lain menyebutkan bahwa sejak saat itu pengawasan perdagangan rempah-rempah atas daerah Lampung diserahkan oleh Sultan Banten kepada VOC yang sekaligus memperoleh monopoli perdagangan di daerah Lampung.

Pada tanggal 29 Agustus 1682 iring-iringan armada VOC dan Banten membuang sauh di Tanjung Tiram. Armada ini dipimpin oleh Vander Schuur dengan membawa surat mandat dari Sultan Haji dan ia mewakili Sultan Banten. Ekspedisi Vander Schuur yang pertama ini ternyata tidak berhasil dan ia tidak mendapatkan lada yag dicari-carinya. Agaknya perdagangan langsung antara VOC dengan Lampung yang dirintisnya mengalami kegagalan, karena ternyata tidak semua penguasa di Lampung langsung tunduk begitu saja kepada kekuasaan Sultan Haji yang bersekutu dengan kompeni, tetapi banyak yang masih mengakui Sultan Agung Tirtayasa sebagai Sultan Banten dan menganggap kompeni tetap sebagai musuh.

Sementara itu timbul keragu-raguan dari VOC apakah benar Lampung berada dibawah Kekuasaan Sultan Banten, kemudian baru diketahui bahwa penguasaan Banten atas Lampung tidak mutlak.

Penempatan wakil-wakil Sultan Banten di Lampung yang disebut “Jenang” atau kadangkadang disebut Gubernur hanyalah dalam mengurus kepentingan perdagangan hasil bumi (lada).

Sedangkan penguasa-penguasa Lampung asli yang terpencar-pencar pada tiap-tiap desa atau kota yang disebut “Adipati” secara hirarkis tidak berada dibawah koordinasi penguasaan Jenang Gubernur. Jadi penguasaan Sultan Banten atas Lampung adalah dalam hal garis pantai saja dalam rangka menguasai monopoli arus keluarnya hasil-hasil bumi terutama lada, dengan demikian jelas hubungan Banten-Lampung adalah dalam hubungan saling membutuhkan satu dengan lainnya.

Selanjutnya pada masa Raffles berkuasa pada tahun 1811 ia menduduki daerah Semangka dan tidak mau melepaskan daerah Lampung kepada Belanda karena Raffles beranggapan bahwa Lampung bukanlah jajahan Belanda. Namun setelah Raffles meninggalkan Lampung baru kemudian tahun 1829 ditunjuk Residen Belanda untuk Lampung.

Dalam pada itu sejak tahun 1817 posisi Radin Inten semakin kuat, dan oleh karena itu Belanda merasa khawatir dan mengirimkan ekspedisi kecil di pimpin oleh Assisten Residen Krusemen yang menghasilkan persetujuan bahwa :

1. Radin Inten memperoleh bantuan keuangan dari Belanda sebesar f. 1.200 setahun.

2. Kedua saudara Radin Inten masing-masing akan memperoleh bantuan pula sebesar f. 600 tiap tahun.

3. Radin Inten tidak diperkenankan meluaskan lagi wilayah selain dari desa-desa yang sampai saat itu berada dibawah pengaruhnya.

Tetapi persetujuan itu tidak pernah dipatuhi oleh Radin Inten dan ia tetap melakukan perlawananperlawanan terhadap Belanda.

Oleh karena itu pada tahun 1825 Belanda memerintahkan Leliever untuk menangkap Radin Inten, namun dengan cerdik Radin Inten dapat menyerbu benteng Belanda dan membunuh Liliever dan anak buahnya. Akan tetapi karena pada saat itu Belanda sedang menghadapi perang Diponegoro (1825 – 1830), maka Belanda tidak dapat berbuat apa-apa terhadap peristiwa itu. Tahun 1825 Radin Inten meninggal dunia dan digantikan oleh Putranya Radin Imba Kusuma.

Setelah Perang Diponegoro selesai pada tahun 1830 Belanda menyerbu Radin Imba Kusuma di daerah Semangka, kemudian pada tahun 1833 Belanda menyerbu benteng Radin Imba Kusuma, tetapi tidak berhasil mendudukinya. Baru pada tahun 1834 setelah Asisten Residen diganti oleh perwira militer Belanda dan dengan kekuasaan penuh, maka Benteng Radin Imba Kusuma berhasil dikuasai.

Radin Imba Kusuma menyingkir ke daerah Lingga, namun penduduk daerah Lingga ini menangkapnya dan menyerahkan kepada Belanda. Radin Imba Kusuma kemudian di buang ke Pulau Timor.

Dalam pada itu rakyat dipedalaman tetap melakukan perlawanan, “Jalan Halus” dari Belanda dengan memberikan hadiah-hadiah kepada pemimpin-pemimpin perlawanan rakyat Lampung ternyata tidak membawa hasil. Belanda tetap merasa tidak aman, sehingga Belanda membentuk tentara sewaan yang terdiri dari orang-orang Lampung sendiri untuk melindungi kepentingan-kepentingan Belanda di daerah Telukbetung dan sekitarnya. Perlawanan rakyat yang digerakkan oleh putra Radin Imba Kusuma sendiri yang bernama Radin Inten II tetap berlangsung terus, sampai akhirnya Radin Inten II ini ditangkap dan dibunuh oleh tentara-tentara Belanda yang khusus didatangkan dari Batavia.

Sejak itu Belanda mulai leluasa menancapkan kakinya di daerah Lampung. Perkebunan mulai dikembangkan yaitu penanaman kaitsyuk, tembakau, kopi, karet dan kelapa sawit. Untuk kepentingan-kepentingan pengangkutan hasil-hasil perkebunan itu maka tahun 1913 dibangun jalan kereta api dari Telukbetung menuju Palembang.

Hingga menjelang Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dan periode perjuangan fisik setelah itu, putra Lampung tidak ketinggalan ikut terlibat dan merasakan betapa pahitnya perjuangan melawan penindasan penjajah yang silih berganti. Sehingga pada akhirnya sebagai mana dikemukakan pada awal uraian ini pada tahun 1964 Keresidenan Lampung ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat I Provinsi Lampung.

setelah diketik cerita diatas lalu di edit seperti di bawah ini

SETELAH ITU SILAHKAN DISIMPAN FILE NYA

Archives

Categories